Sebastian Gunawan – Gemuruh Warna di 25 Tahun Karya Sebastian Gunawan

Sebastian gunawan – Genap 25 tahun Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese menjadi pionir di dunia mode Indonesia.

Seba, sapaan akrab bagi perancang busana berbakat ini merangkum kesempurnaan fesyen di dalam 82 rancangan terbarunya di koleksi “WHISPER/Roar SEBASTIAN GUNAWAN 25 TAHUN BERKARYA”

Pada tanggal 10 Oktober 2017 lalu, para pecinta fesyen Indonesia memenuhi Grand Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Malam itu, Seba menggelar fashion show bertema WHISPER/Roar dalam merayakan 25 lamanya ia berkarya di dunia mode tanah air.

WHISPER/Roar mengandung filosofi ‘dari bisik-bisik’, dan kemudiam terdengar semakin nyaring, lalu berubah menjadi sebuah ‘gemuruh’ seiring perjalanan karya Sebastian Gunawan sebagai label.

Melalui koleksi yang diperagakan kali ini Sebastian dan Cristina ingin mengungkapkan tentang keindahan yang muncul dari keragaman siluet, pilihan bahan, pengerjaan detail dan jangkauan palet warna yang bisa bersatu dengan harmonis. Menjadi lebih detail ditandai dengan rancangan-rancangan bersiluet dramatis, detail artistik, serta penggunaan bahan yang diolah kembali dengan sangat menakjubkan.

WHISPER/Roar mengeksplorasi kekayaan romantisme gaya berbusana era tahun 40an, tahun 50an, dan tahun 60an dengan paduan warna yang memikat. Menjadi semakin hidup dengan gaya, cita rasa, dan aroma yang sangat masa kini.

Kekuatan koleksi yang ditampilka  terletak pada saat Sebastian dan Cristina mengeksplorasi bagian lengan busana dan menjadikannya sebagai si penghela perhatian dari deretan busana yang ditampilkan. Lengan lurus, bervolume, bertumpuk, pendek, panjang, mengayakan siluet.

Dengan pasti Sebastian melangkahkan siluet busana-busananya yang berstruktur, konstruktif, dan tegas ke depan. Gaya berstruktur itu mengungkapkan kesegaran pada desain-desain Sebastian dan Cristina.

Gaya tahun 1940an yang terlihat dalam siluet gaun lurus yang seakan berbisik tenang namun sekaligus meneriakkan tawaran baru lewat detail bergambar malaikat kecil yang tersusun dari butiran swarovski.

Roaring 25 Sebastian Gunawan Photo by Raja Aria Octivano - Establish Production
Roaring 25 Sebastian Gunawan
Photo by Raja Aria Octivano – Establish Production

Inspirasi gaya New Look tahun 1950an dihadirkan dalam rancangan rok lebar mengembang dari bahan lace kaku berlengan pof yang diperkaya dengan detail pita yang dilipat, ditekuk, dijahit tindas, di sekujur busana.

Roaring 25 Sebastian Gunawan Photo by Raja Aria Octivano - Establish Production
Roaring 25 Sebastian Gunawan
Photo by Raja Aria Octivano – Establish Productions

 

Penggunaan bahan kaku dan crispy ala tahun 60an, menggenapkan koleksi. Bahan-bahan yang cenderung bernilai vintage, di antaranya Damask (bahan tebal bertekstur dan bermotif dari hasil tenun), Mikado (jenis sutra mewah dan berat yang cocok untuk memberi struktur gaun), Sifon, Lame Matelasse, Lace, Sequin (bahan dengan kepingan-kepingan kecil yang dijahitkan diseluruh permukaannya), hingga sejenis kulit imitasi yang memberi nilai tambah pada penampilan busana.

Gaun demi gaun dirancang selayaknya sebuah karya seni karena dikerjakan dengan kerajinan tangan yang indah. Itulah Sebastian Gunawan, yang semakin menggema di usia kariernya yang sangat matang. Penikmat mode pun telah merasa semakin dimanjakan dengan berbagai sajian multidimensi dari sang Desainer.

Roaring 25 Sebastian Gunawan Photo by Raja Aria Octivano - Establish Production
Roaring 25 Sebastian Gunawan
Photo by Raja Aria Octivano – Establish Productions

 

Teks: Edited by Dini Nur Hardini

Foto: Raja Aria Octivano

Liberte – Sebuah Kebebasan Yang Terkonsep Dari Eddy Betty, Perancang Busana Senior Indonesia

Rinaldy Yunardi, Ketika Sang Maestro Desain Berbicara Tentang Rahasia Suksesnya

Anne Avantie, The Everlasting Heritage Collection

Indonesia Modest Fashion Designers, Gemerlap Fashion Indonesia di Torino Fashion Week 2017

Indonesia Modest Fashion Designers

Indonesia Modest Fashion Designers – Tampaknya Indonesia boleh berbangga hati, karena semakin banyak perancang busana lokal yang merambah pasar internasional.

Indonesia Modest Fashion Designers
Indonesia Modest Fashion Designers

Pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2017, terdapat sebanyak 65 perancang busana dari berbagai negara di dunia ambil bagian dalam pergelaran mode internasional, Torino Fashion Week di Kota Turin, Italia.

Indonesia Modest Fashion Designers
Indonesia Modest Fashion Designers

Torino Fashion Week kali inidiselenggarakan oleh Torino Moda Association bekerja sama dengan Islamic Fashion and Design Council yang mendidikasikan khusus kepada busana muslim.

Indonesia Modest Fashion Designers
Indonesia Modest Fashion Designers

Selain itu fashion week ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Turin.

Indonesia Modest Fashion Designers
Indonesia Modest Fashion Designers

Presiden Torino Moda Association, Claudio Azzolini, menyatakan, ajang ini merupakan kesempatan berharga bagi para perancang busana muslim untuk menampilkan karyanya kepada dunia.

Indonesia Modest Fashion Designers
Indonesia Modest Fashion Designers

Parade busana dan penghargaan yang khusus ditujukan bagi desainer busana muslim merupakan yang pertama kali diselenggarakan dalam pekan mode di Italia.

Indonesia Modest Fashion Designers Membawa Empat Desainer Berprestasi

Para desainer  busana dari Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designers ( IMFD ) turut ambil bagian dalam event tersebut.

Nama – nama desainer tersebut adalah Jeny Tjahjawati, Dian Pelangi,  Nina Nugroho, Novia Sari, dan Nur Zahra

Dan para desainer Indonesia ini telah menorehkan prestasi dengan memperoleh penghargaan khusus dari Islamic Fashion and Design Council :

  • Desainer Jeny Tjahyawati  menjadi salah satu dari empat penerima LUXURY Awards.

Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang dipandang memiliki desain terbaik bersama tiga perancang busana dari Uni Emirat Arab, Oman, dan Pakistan.

  • Jeny tjahyawati yang juga ketua Umum “ INDONESIA MODEST FASHION DESIGNER” memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia pada Paris Fashion Week mendatang.
  • Desainer Nur Zahra memperoleh penghargaan khusus dari AAB Fashion dan Debenhams.
  • Desainer Dian Pelangi, memperoleh honorary award dari LVMH.

LVMH adalah kelompok perusahaan multinasional dari Perancis yang khusus memproduksi berbagai merek simbol kemapanan dan kemewahan.

Dengan berperannya ke empat desainer  dari Indonesia Modest Fashion Designers ini menunjukkan banyak desainer Indonesia yang berprestasi.

Saat ini juga banyak perancang muda Indonesia lainnya yang bermunculan. Diharapkan mereka mampu mengejar prestasi yang sama atau lebih baik lagi.

Teks: Dini Nur Hardini

Foto: Dok. Indonesia Modest Fashion Designers ( IMFD )

 

BACA JUGA:

Yenty Tan – Presentasi Kemegahan Bagi Semua Wanita, Belle Époque!

 

Liberte – Sebuah Kebebasan Yang Terkonsep Dari Eddy Betty, Perancang Busana Senior Indonesia

Liberte
Liberte
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Liberte- Sebuah Kebebasan Yang Terkonsep Dari Eddy Betty, Perancang Busana Senior Indonesia.

Liberte – Fun, playful, dan penuh dengan cerita! Setelah sembilan tahun menanti perancang senior Eddy Betty untuk tampil kembali memamerkan karyanya di panggung runaway, para pecinta fashion Indonesia telah dimanjakan oleh pegelaran apik yang berlangsung di Hotel Raffles Indonesia pada tanggal 20 September 2017, Liberte 2018 Couture Collection.

Liberte - Eddy Betty
Liberte -Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Liberte, Sebuah Kebebasan Yang Terkonsep

“Saya menyukai konstruksi,” kata Eddy sebelum pagelaran dimulai. “Saya ingin wanita terlihat cantik dengan badan yang sempurna.”

Oleh karena itu sang ahli ini menjanjikan tampilan yang pas untuk semua bentuk tubuh kliennya. “Ada yang pinggangnya kurang ramping, ada yang bagian dadanya kurang proposional, semua bisa diatasi dengan mengenali bentuk badan lebih detil dan mengatasinya dengan bustier atau korset.

Bustier memang telah dikenal merupakan identitas karya desainer berbakat ini. Dalam peragaan busana ini pun, bustier menjadi benang merahnya dan selalu tampil dalam seluruh karya Eddy malam itu. Eddy memang telah menaklukkan dan menjadikan bustier sebagai DNA dalam karya-karyanya. Bustier ibarat sripanggung, Sang Primadona!

Liberte - Eddy Betty
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Masih berbicara tentang bustier, keasyikan lain bagi para pecinta fashion adalah statement kebebasan yang diberikan oleh Eddy Betty. Jika Anda mengenal bustier sebagai alat bantu yang dikenakan di dalam busana dengan nuansa warna hitam atau krem, di sini Eddy menyuguhkan kecantikan bustier dengan warna yang berani.

Liberte - Eddy Betty
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Dahulu kala bustier hanya diperkenankan berada di dalam busana, dengan variasi warna hitam dan krem. Namun oleh Eddy Betty sekarang ditampilkan kebalikannya. Bustier menjadi simbolisme kebebasan sang Desainer dalam berolah rasa. Gayanya berkelas dan seksi namun jauh dari kesan vulgar.

Liberte - Eddy Betty
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Bustier juga menjadi mungkin hadir dengan gaya busana yang transparan untuk kesan ringan dan seksi, atau digabungkan dengan gaya peplum yang mekar di bagian pinggang supaya terlihat keanggunan, atau ditonjolkan dengan unsur lipit-lipit di dalamnya yang mengesankan gaya glamor.

Eddy Betty, Harmonisasi Mimpi dan Perjalanan Hidup Yang Sempurna

Liberte - Eddy Betty
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Ya, malam itu Eddy Betty serasa membawa kita ke perjalanan hidup dan mimpi-mimpinya. Melalui berbagai kecantikan bustier, 79 set busana koleksi terkini dari Eddy Betty yang diberi tajuk Liberté (dikutip dari bahasa Perancis yang bermakna kebebasan) di Dian Ballroom, Raffles Hotel ini sarat dengan alur yang berguncang dan cukup mengaduk emosi.

Liberte - Eddy Betty
Liberte – Eddy Betty
Photo by Raja Aria Octivano

Sesaat Anda akan dibawa ke suasana kota mode Paris dengan desain baju yang simpel, modern, serta aksesori topi palet. Lalu Anda akan merasa ada di era 70, 80, dan 90-an melalui aksesori yang berani. Kemudian Anda merasa seperti bergairah dan bebas ketika memakai t-shirt yang dipadukan dengan atribut bridal. Pangggung fadhion saat itu terlihat sempurna dengan dukungan dari desainer aksesori Rinaldy A Yunardi, Thang Shoes, dan makeup artist senior Adi Adrian

Eddy telah sangaf fasih memelintir gaya sambil tetap merangkum harmoni. Lebih dari dua dasa warsa berkarya membuat Eddy Betty menjadi piawai dan menjadi inspirasi di dalam panggung fashion Indonesia.

 

Teks: Dini Nur Hardini

Foto: Raja Aria Octivano

Rinaldy Yunardi, Ketika Sang Maestro Desain Berbicara Tentang Rahasia Suksesnya

Rinaldy Yunardi

Rinaldy Yunardi – Siapa yang tak mengenal pria yang satu ini. Aksesori yang ia desain tak hanya digemari wanita Indonesia saja namun juga selebriti dunia. Sebutlah Katy Perry dan Nicky Minaj, jika kedua artis tenar ini pun terpukau dengan hasil karya Rinaldy, Anda tak perlu meragukan lagi mengenai kepiawaian desainer ini dalam mencipta sebuah karya.

Rinaldy Yunardi
Rinaldy Yunardi

Establish Production merasa sangat bangga diberi kesempatan secara ekslusif melakukan wawancara dengan Rinaldy di butiknya, di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Sangat on time, pria yang memulai karier di dunia desain sejak tahun 1996 ini datang tepat waktu. “Anda tahu sendiri di Jakarta, kita tidak bisa memprediksi waktu ketika di jalan. Saya bukannya tidak mau bersosialisai, tapi bagi saya jika memiliki janji dengan klien atau customer sangat penting. Saya tidak mau menghabiskan waktu di jalan hanya untuk sekadar gaul, sehingga oran lain menunggu saya.” Hal yang yang sangat kecil, tapi sangat terlihat di sini bahwa ia sangat menghargai waktu, dan tepat janji.

Lebih dari 21 tahun ia berkarya di dunia fashion, menghargai orang lain selalu menjadi gawang di keseharian pria yang berulang tahun pada tanggal 13 Desember. “Menghargai orang lain itu bisa dimulai dari menghargai orang tua lebih dulu. Saya percaya orang yang mampu menghargai orang tuanya, pasti bisa menghargai keluarga, pasangan, profesinya, dan lain sebagainya.”

Tak heran jika semakin banyak penggemar Rinaldy Aviano Yunardi. Karena ia sangat menghargai orang yang datang padanya, dan mendengarkan apa yang menjadi impian mereka.

Rinaldy Yunardi akan senang menyediakan waktu untuk berdiskusi dan membantu Anda mewujudkan tampilan impian Anda. Di awal memasuki butiknya saja, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan indah dari semua karya Rinaldy. Di ruang kerjanya, terdapat berbagai aksesori seperti mahkota raja dan ratu, tiara wedding, sampai tusuk konde. Jadi tak hanya konsep internasional, pernak pernik klasik pun bisa Anda lihat dengan apik di etalase ruangannya.

Tidak mudah menjadi seorang desainer yang mumpuni. Baginya, seorang desainer tak cukup hanya menggambar, lalu memerintah orang lain melakukan pekerjaan-pekerjaan detsilnya. Memang betul dibutuhkan sebuah tim. Tapi bagi pria ini desainer harus mampu melakukan semuanya juga. Membuat pola, menjahit, dan sebagainya. Jika tidak menguasai tekniknya, bagaimana bisa mengarahkan dan menghasilkan sebuah karya yang indah.

Desainer itu mampu mencipta dari apapun, bahkan ketika salah potong pola, pasti bisa dijadikan karya yang menarik, tinggal memainkan imajinasi saja. Jadi ketika di tanya inspirasi apa yang pakai, jawabannya adalah apapun bisa menjadi inspirasi. Pria kelahiran Medan ini memiliki daya imajinasi yang hebat ditambah rasa seni yang sangat kuat.

“Saya juga tidak punya konsep khusus. Saya punya semua bentuk dari yang unik sampai elegan. Karena inspirasi bisa didapat dari apapun, saya rekam, lalu saya tuangkan dalam sebuah karya. Itulah inspirasi.” tutup Rinaldy

 

Anne Avantie, The Everlasting Heritage Collection

Ayla Dimitri, Powerful Pink

Anne Avantie, The Everlasting Heritage Collection

Anne Avantie, kebaya hasil karyanya telah dikenal di skala internasional. Bagaimana tidak, keindahan dari setiap detil koleksinya sudah tidak bisa dipungkiri.

Karya Designer yang memiliki nama asli Sianne Avantie ini selalu membawa sesuatu yang baru bagi pecinta fashion indonesia, khususnya yang sangat memuja pakaian tradisional. Wanita bersosok lembut ini selalu memberikan sentuhan modern namun tetap memegang erat beberapa pakem tradisional.

Karya-karya Anne Avantie yang megah dan elegan berhasil menarik minat pecinta fashion lintas jaman, bahkan dunia onternasional. Hampir semua karyanya (terutama kebaya) berhasil menjadi kebaya yang notabene adalah busana tradisional menjadi up to date dan sesuai terhadap perubahan jaman.

Melihat perjalanan kariernya sejak tahun 1989 hingga sekarang yang semakin berkembang, tak heran jika Anne Avantie patut menyandang pionir. Bahkan saat ini Anne sangat peduli dan terlibat langsung dengan para pengrajin yg tergabung dalam usaha kecil menengah (UKM).

Gerakan Anne dalam menjual produk seni dalam negeri dimulai dengan mendirikan gerai bernama “PENDOPO” dan saat ini Anne semakin mendukung UKM dengan mengembangkan “PASAR TIBAN”.

“Terima kasih sekali untuk perhatian dan kecintaannya pada karya-karya saya,” ucap Anne. Bagi desainer yang akrab dipanggil Bunda oleh para tim dan koleganya, tantangan tersendiri dalam membina para pengrajin UKM yang kebanyakan dari mereka sudah terbiasa dengan cara lama atau memiliki karakter sendiri. “Saya harus sabar menjelaskan kalau bahannya warna putih, benang obrasnya ya jangan warna hijau,” cerita Anne sambil tertawa renyah. Karenamya Anne pun turun langsung memberi pembinaan, mulai dari kontrol kualitas hingga memberi ide agar menghasilkan produk yang layak dijual. Menurut Anne, bahan bahan yang berkualitas (terutama batik) berhak menyandang harga yang layak (tidak murah) jika kualitasnya sesuai.

“Bagi saya, menjadi sukses itu sederhana, saya hanya ingin budaya Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” kalimat itulah yang membuat Establish semakin kagum dengan desainer kenamaan ini. Rendah hati, dan memiliki jiwa dan hati yang besar untuk membuat perubahan positif untuk orang di sekelilingnya, untuk bangsa dan negaranya.

Dan Establish Production sangat bangga memiliki kesempatan melakukan pemotretan dengan memakai salah satu koleksi elegan dari Anne Avantie.

 

CREDIT

Photo by Edwin Effendi 
Styling by Dini Nur Hardini

Makeup & Hairdo by Edison Siahaan
Model: Lola (E-Models)
Dress by Anne Avantie Collection

How Signature Atelier by Melta Tan Brings You To a Maximum Look

Signature Atelier by Melta Tan

How Signature Atelier by Melta Tan, Brings You To a Maximum Look in Their Ready to Wear Gown

Signature Atelier by Melta Tan – Pesta, wedding, maupun acara penting lainnya, merupakan saat-saat dimana Anda mempunyai kesempatan untuk tampil maksimal. Signature Atelier by Melta Tan hadir untuk melengkapi kebutuhan Anda akan gaun ready to wear yang cocok untuk pesta pernikahan, pesta ulang tahun, pre wedding photoshoot dan lain sebagainya. Desti Artanti menuliskan fashion review ini untuk Anda.

signature atelier by melta tan
signature atelier by melta tan

Bali Based Ready To Wear Line

Berdiri pada tahun 2016, brand ini kini mengedepankan konsep yang lebih simpel dan elegan, setelah sebelumnya sukses dengan brand Provocate by Melta Tan. Gaun-gaun yang bisa Anda pakai didesain menggunakan material berkualitas tinggi dan dirancang untuk acara indoor maupun outdoor. Itulah mengapa brand ini mampu membuat Anda tampil maksimal di saat-saat penting dalam hidup Anda.

Sebagai Bali based ready to wear line, Signature Atelier by Melta Tan berkomitmen untuk menjadi brand yang berkualitas tinggi dan siap melayani Anda yang berada di Pulau Bali maupun di luar Pulau Bali. Bahkan jika Anda berada di luar negeri, sang perancang muda yang cantik ini pun siap memenuhi segala kebutuhan akan gaun pesta yang menawan.

signature atelier by melta tan
signature atelier by melta tan

GLOWING DECEMBER

Pada awal bulan Desember 2016, Melta Tan juga telah memamerkan koleksi terbaru Signature Atelier pada event Lino & Sons bersama dengan OCBC NISP Premier Banking, dengan tema Glowing December. Runway ini pun sukses menarik perhatian. Gaun-gaun berupa simple long dress dibalut dengan rangkaian floral lace menjadi kunci penampilan menarik para model yang membawakannya.

Signature Atelier by Melta Tan
Signature Atelier by Melta Tan

Dengan konsep simpel dan elegan yang menjadi suguhan utama, gaun-gaun ini tampak manis saat dikenakan. Warna-warna yang kalem memberi kesan elegan dan mewah tanpa kesan berlebihan. So, if you haven’t any thought of a gown for your next party, it’s time to take a look at this glamour collections!

 

Credit:

Teks by Desti Artanti

Photo by Dok. Melta Tan

LENNY AGUSTIN, PLAYFUL & COLOURFUL!

Playful & Colourful! Sebuah statement yang tepat untuk membicarakan koleksi desainer berbakat Indonesia, Lenny Agustin.

dok. Lenny Agustin
dok. Lenny Agustin

PLAYFUL

Ketika Anda mencari tahu sosok desainer bertubuh mungil ini melalui websitenya di http://lennyagustin.com/ Anda akan mendapatkan kesan yang ramai, cerah, namun elegan. Lenny Agustin yang telah mengembangkan karyanya lewat lini utama yang diambil dari namanya LENNY AGUSTIN dan lini sekundernya, LENNOR, selalu semangat mengatakan FASHION IS MY PLAYGROUND.

Berbicara tentang lini utama yang brand-nya sesuai dengan nama sang desainer, Lenny Agustin, Anda pasti akan terpikat. Koleksi busana cocktail yang sifatnya custom made. Inspirasi desainnya datang dari budaya Indonesia yang diberi sentuhan budaya asing seperti kain sarung atau kain tenun diolah dalam pola seni origami dari Jepang.

Ketika ditanya tentang kesibukannya saat ini, selain sedang melakukan persiapan untuk acara-acara fashion show, Lenny Agustin mengaku sedang sibuk berkeliling daerah untuk memberi pelatihan kepada pengraji-pengrajin daerah.

Ya, perempuan yang sering bereksperimen dengan warna rambutnya ini memang menjalin kerjasama dengan para pengrajin daerah yang bahan-bahannya sering ia gunakan dalam membuat berbagai koleksi busananya.

dok. Lenny Agustin
dok. Lenny Agustin

Colourful

Kecintaannya pada kekayaan budaya nusantara seperti ragam tekstil, upacara adat, kesenian tradisional, dan kerajinan tangan, membuat Lenny Agustin selalu memasukkan unsur lokal pada karyanya. Perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen ini tak ragu mengusung kemegahan sumberdaya lokal dalam pemilihan materialnya. Lenny Agustin banyak memakai batik, tenun, sarung, lurik, songket, yang dikombinasikan dengan aplikasi-aplikasi unik dan berwarna yang menjadi ciri khasnya.

Dan sesuai dengan hasil karyanya yang berwarna, unik dan menarik. Karya Lenny Agustin tidak hanya bisa dipakai dalam acara-acara khusus saja melainkan juga sebagai busana sehari-hari.

Acara Lenny Agustin sangat padat, namun ia tetap enjoy melakukan kegiatan di dunia fashion yang sudah ia lakukan sejak muda.Selain itu saat ini Lenny juga sedang mempersiapkan koleksi terbaru untuk show lenny agustin di Jakarta Fashion Week. Serta event fashion International Ethical Fashion yang nantinya akan diselenggarakan pada tanggal 17 sampai dengan 20 November 2017 di JCC.

Visi dan misi perempuan aktif ini dalam memajukan produl lokal pun tak berhenti sampai di sini saja. Saat ini ia sedang gencar dengan mewujudkan impian lamanya, memiliki brand kosmetik “Lennor Cosmetic” yang sudah ia mulai dari sekarang. “Doakan ya… semoga awal tahun 2017 sudah bisa diluncurkan,” tutup Lenny Agustin dengan semangat.